Lantunan angin menyongsong sore, merdu bagaikan knalpot Racing. Indah bagaikan sepasang biduan cantik yang merebahkan jiwanya kepada secarik kertas. Ya, itulah Vera, si gadis manis yang sedang galau karena temannya yang tak kunjung ditemukan 2 hari yang lalu. Sebut saja dia Erike, dua hari yang lalu ia hilang dari hiruk pikuk kosan yang dikabarkan meninggal namun kabar tersebut tersirat dari mimpi Vera. Vera pun setengah tak percaya bahwa mimpinya bisa di percaya atau hanya ilusi tidur saja.
Malam itu juga Vera mengundang Polisi untuk makan malam serta menyiratkan isi hatinya bahwa teman nya lenyap dari Kosan selama 2 hari tanpa mewariskan secarik prasasti apapun. Sang Polisi pun bertanya " Saudara mendapat kabar dari mana bahwa teman anda telah meninggal?". Vera pun menjawab " Kabar itu semua asalnya dari mimpi saya pak polisi". Polisi itu menanyakan kembali "Saudara Vera ketika hendak ingin tidur apakah sudah berdoa?". Vera pun menjawab "saya sudah berdoa kok, bahkan mendoakan pak Polisi". Polisi itu bertanya kembali "mendoakan apa kepada saya?". Vera pun menjawab dengan nada yang menyenangkan namun galau "mendoakan pak Polisi supaya bisa menjadi jodohku haha...". Polisi ini mulai senyum "Wih bisa saja Saudara Vera ini, maaf saya sudah punya istri. Jadi bagaimana kronologinya yang saudara Vera ketahui? ". Vera pun menjawab "Jadi selama 2 hari yaitu dari hari Minggu sampai sekarang belum muncul lagi dan dalam mimpi saya dia meninggal, namun kurang percaya dengan mimpi saya sendiri". Polisi itu bertanya lebih lanjut "apakah Saudara Erike ini mempunyai masalah dengan orang di sekitarnya? ". Vera pun menjawab "saya fikir Erike tak pernah punya masalah berat dengan siapapun bahkan dengan pacar dan para mantan nya pak. Dia seorang yang periang pak, kalau pak Polisi kenal dengan dia pasti terpikat". Polisi tersebut semakin penasaran "terakhir kali saudara Vera mengetahui kemana perginya saudara Erike ini?". Vera menjawab dengan semangat "Dia ke puncak, Bogor pak. Sama pacarnya naik mobil Lamborghini Aventador warna emas milik pacarnya pak". Sang Polisi yang sebagai Penyidik ini semakin penasaran "yang saudara Vera ketahui tentang bagaimana cara mengemudikan mobil Lambirghini nya yang dilakukan oleh pacar dari saudara Erike ini ketika melintasi puncak baik sedang menanjak ataupun sedang menuruni bukit?". Vera pun mengingat sejenak dan menjawab dengan semangat "pacarnya Erike ini kalo lagi nanjak atau turun bukit ini layaknya Drifter pak, dia itu kalau di belokan pas turunan itu pernah sampai 190Km/jam lebih pak, pokoknya dasyat pak". Polisi pun kaget setengah hidup "luar biasa pacar dari saudara Erike ini, saya saja kalah. Namun ini harus diwapadai karena mengebut di area yang berbahaya. Kami akan usut kasus ini namun sebelumnya saya boleh meminta identitas dari saudara Erike ini dalam bentuk tulisan". Vera pun langsung memberi identitas terakhir Erike ke Polisi untuk melakukan penyelidikan dan Vera pun pamit dari kantor Polisi.
Seminggu telah berlalu, penyidik melakukan penyelidikan di sekitar area Puncak. Para penyidik menelusuri jalan dan jurang di sekitar Puncak. Tidak lama kemudian ditemukan nya mobil yang disebutkan oleh Vera namun dalam keadaan mati di areal kebun teh pinggir jalan. Ketika polisi menyelidiki dan mengidentifikasi orang yang berada di dalam mobil yang diketahui dalam keadaan sudah tidak bernyawa yang berjumlah 2 yaitu seorang lelaki dan seorang perempuan. Diketahui dari identitas diri yang dibawa kedua korban yaitu Erike dan Dono. Namun, kedua kepala korban tidak ada bekas benturan dan tidak ada darah, tidak ada gejala bahwa korban meninggal karena kecelakaan. Sang korban pun dibawa pulang oleh tim medis untuk diketahui lebih lanjut mengapa korban tersebut bisa meninggal.
Menunggu 2 minggu lamanya untuk mengetahui mengapa Erike dan pacarnya yaitu Dono bisa meninggal. Akhirnya diketahui bahwa mereka mengalami keracunan yang diketahui melalui kandungan zat beracun yang ada di kuku kedua korban. Namun timbul pertanyaan, siapa yang tega meracuni mereka berdua?
Yang jelas menjadi kelabu, yang berduka menjadi luka hati yang dirasakan Vera ketika kematian temannya dirundung kebingungan. Polisi pun mencari sebab mereka berdua meninggal dalam keracunan.
Polisi pun mendapatkan bukti di saku kedua korban adanya Mayonaise sachet. Namun mengapa mereka berdua bisa meninggal hanya karna sebuah mayonaise?
Pada saat penyelidikan ke mobil korban, di temukan souvenir dari acara pernikahan teman dari Erike, yaitu Rido dan Wini yang mengikat janji setia di daerah Puncak. polisi pun mengintrogasi Rido dan Wini terkait hidangan saat mereka melangsungkan pernikahan. beberapa saat setelah Polisi melakukan introgasi kepada mereka berdua dan didapati kalau mereka berdua menghidangkan makanan dan sisanya mereka makan juga dan tidak keracunan ketika mereka memakan hidangan nya.
Kebingungan pun semakin dalam bagaikan hati seorang mantan kekasih yang ditinggal teman nya. diketahui bahwa mayonaise ini ternyata sudah kadaluarsa dan menjadi beracun. Namun, racun dari makanan yang kadaluarsa tidak mungkin membuat korbannya meninggal seketika di dalam mobil.
Penyelidikan berlanjut, ditemukan bukti baru dari dalam mobil korban. Yaitu, bungkus plastik bekas kentang goreng yang setelah diteliti ternyata bumbunya mengandung racun yang dampaknya setara dua kali lipat dari racun obat nyamuk cair.
Ditemukannya barang bukti membuat hati Vera berbunga duka. masalahnya siapa penjual kentang goreng berdarah ini? Apakah dia tidak memakan hasil dagangan nya juga?
Polisi pun mencari sang tukang kentang goreng yang sadis tersebut. Ketika menyusuri hamparan kebun teh, ditemukan adanya gubuk mewah yang dindingnya sendiri terbuat dari serat bambu dan lantai yang menyatu dengan alam dan jiwanya serta adanya gerobak kentang goreng. Namun, kemana sang pedagang kentang goreng yang sadis itu?
Setelah bercengkrama dengan rakyat sekitar bahwa sang pedagang kentang goreng telah meninggal 2 minggu yang lalu karena keracunan makanan.
Vera pun hidup diantara senang dan duka, sang pelaku mati namun teman nya juga mati dan yang lebih membuat sedih Vera yaitu tunggakan sewa kost Erike yang menunggak 8 Bulan dan ini secara otomatis Vera harus menanggung tunggakan itu. Sungguh malang seperti apel Malang.
Akhirnya Erike dikuburkan di sebelah kosan nya agar ia mengingat tunggakan kosan nya itu dan Vera memulai hidup baru tanpa Erike